Jurnalistik SMKF YPIB Cirebon Gelar Lomba Bulan Bahasa: Wadah Kreativitas dan Literasi Siswa

 cirebon, Oktober 2024 — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, ekstrakurikuler Jurnalistik SMKF YPIB Cirebon menggelar serangkaian lomba yang mengangkat semangat literasi, kreativitas, dan cinta terhadap bahasa Indonesia. Kegiatan ini berlangsung sepanjang Oktober dan diikuti antusias oleh siswa dari berbagai jenjang kelas.

Dengan tema “Bahasa Menyatukan Kita”, lomba ini bertujuan meningkatkan minat baca, keterampilan menulis, serta keberanian siswa dalam menyuarakan ide dan opini secara santun dan bermakna.

🖋️ Beragam Lomba Bernuansa Literasi

Lomba Bulan Bahasa tahun ini mencakup beberapa kategori yang relevan dengan dunia jurnalistik dan kepenulisan:

  • Lomba Menulis Artikel Opini

  • Lomba Cipta Puisi

  • Lomba Baca Berita

  • Lomba Poster Literasi

  • Lomba Video Monolog

Seluruh lomba dirancang agar siswa dapat mengekspresikan diri secara bebas namun tetap dalam koridor etika dan kebahasaan yang baik. Karya-karya terbaik akan dipublikasikan di mading sekolah dan media sosial jurnalistik SMKF YPIB.

🧠 Tujuan Edukatif dan Peningkatan Soft Skill

Pembina Jurnalistik SMKF YPIB Cirebon, Ibu Jeny Puspitasari,M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga merupakan sarana untuk melatih keterampilan berpikir kritis, empati, dan komunikasi efektif siswa.

“Melalui lomba ini, kami ingin siswa tidak hanya pandai menulis, tapi juga belajar mendengar, memahami, dan menyampaikan gagasan secara bijak,” ujarnya.

🏆 Apresiasi dan Penghargaan

Pemenang dari setiap kategori akan mendapatkan:

  • Sertifikat penghargaan

  • Bingkisan buku literasi dan jurnalistik

🌱 Harapan untuk Masa Depan Literasi Siswa

Kepala SMKF YPIB Cirebon, Ibu Dewi Pranita Motik, S.Pd.,ME., menyampaikan apresiasi atas inisiatif positif ini dan berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan sekolah.

“Bulan Bahasa menjadi momentum penting untuk menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Semoga siswa kita tumbuh menjadi generasi yang kritis, cerdas, dan cinta bahasa,” katanya.